Kepekaan yang Mewujud

Daisy Taniredja (78 tahun) seolah tidak akan pernah kehilangan semangatnya untuk terus berkarya. Menurutnya, masih banyak proyek yang harus dikerjakan dan diselesaikan. Salah satunya di bidang kesehatan dengan membantu mendirikan klinik dan rumah sakit.

Lahir di  tengah keluarga yang memang memiliki  kepedulian terhadap lingkungan, membuatnya memiliki kepekaan melihat kondisi sosial yang ada di masyarakat.  Tidak hanya berhenti dengan itu saja, kepekaannya diwujudkan dalam suatu karya sosial yang nyata. 

Saat remaja, ia aktif di organisasi kerasulan sosial, menolong orang-orang telantar dan tidak diperhatikan, anak-anak difable dan orang-orang yang tinggal di pinggir-pinggir kali. Selain itu, ia aktif di bidang periklanan dan bekerja di Harian Kompas sejak 1970. Sesudah jam kerja di Kompas, ia membantu Romo Albrecht (yang dikenalnya sejak tahun 1962). Ia mencari orang-orang yang membutuhkan pertolongan, membawa mereka ke rumah sakit, dan memberi bantuan-bantuan lainnya. Kemudian bersama Romo Albrecht dan Bapak Robby Tulus, mendirikan Credit Union. Tugasnya, memperkenalkan dan menyebarluaskan CU ke seluruh Indonesia dengan surat-surat selebaran dan buletin.

Sekarang, melalui Yayasan Albrecht Karim Arbie (YAKA) yang didirikannya untuk mengenang dan meneruskan karya Romo Albrecht, dimensi sosialnya semakin tumbuh.  Bentuk kepeduliannya diwujudkan melalui program pendidikan dengan memberikan beasiswa serta mendirikan perpustakaan. Program yang lain yaitu pemberian nutrisi di daerah-daerah terpencil dengan memberikan makanan-makanan bergizi bagi anak-anak dan orang dewasa.

Kerendahan hati dan kepedulian adalah kesan yang kuat tertangkap padanya. ”Saya ini hanya mengembangkan dan meneruskan apa yang Romo Albrech sudah lakukan,” ujar Daisy. (Chris)

Baca juga:


Jika Anda tidak online FB, silahkan tinggalkan komentar disini: