Program Edukasi CU Mandiri

Berbagi bukan karena sedang memiliki banyak, namun karena tahu bagaimana rasanya sedang tidak memiliki apa-apa. “Awalnya, saya begitu bersemangat mengajak teman-teman mendirikan sebuah CU. Saya pikir mendirikan CU cukup dengan niat baik menolong orang kecil. Ternyata, bermodalkan niat baik saja tak cukup! Niat baik perlu diimbangi dengan kemampuan dan komitmen,” kenang seorang teman yang aktif di era pendirian Credit Union (CU) rintisannya. Kini, CU-nya sudah lumayan dikenal di wilayahnya. Ia tidak ingin CU-nya berjalan begitu-begitu saja, melainkan bisa menjadi lebih besar dari yang sekarang. Menuju ke arah itu, ia sadar jika lembaganya berkembang besar namun tanpa fondasi yang kuat maka akan membahayakan kelanjutannya. Di level inilah, setiap orang atau lembaga membutuhkan program edukasi yang memadai, yang sesuai dengan tahapan dan kebutuhannya. Pendampingan Di luaran, orang menawarkan paham “yang besar yang berkuasa”. Sementara di CU Mandiri, setiap orang diarahkan untuk membangun nilai “kesetiakawanan”. Kesetiakawanan sebagai pilar CU Mandiri tentu tak hanya sebuah slogan. Secara konkret CU Mandiri membuka diri dan memberi kesempatan kepada orang muda, terutama mahasiswa dan pelajar agar siap memasuki dunia kerja melalui program magang. Selain itu, CU Mandiri juga ingin berbagi pengalaman pada lembaga-lembaga maupun pribadi yang ingin belajar tentang CU. Hal ini biasanya ditempuh melalui program training dan pendampingan. Program edukasi yang lain adalah gerakan “Ayo Menabung”. Melalui program ini CU Mandiri bekerjasama dengan unit di sekolah-sekolah untuk membangun budaya menabung pada anak sejak usia dini.

Baca juga:

*Nama | 25 Februari 2017 - 00:47:23 WIB
Zhheherhrh eg egemtr hrggwe wes egemtrghdfbsgd rwtwrqw

Jika Anda tidak online FB, silahkan tinggalkan komentar disini: