Tidak Ada Kata Jenuh Karena Tekad

Di usianya yang belia, Fitri Wulan Andriyani (18) telah mengukir beberapa prestasi. Selain bidang akademis, Fitri juga menangguk prestasi di seni tari.

 

Sejak dini

Sambil menyelam minum air, seperti itulah Fitri.

Sewaktu tinggal di Surabaya, Fitri kecil mengenyam pendidikan di Play Group Surabaya Tumble Toys  milik Singapura. Di lembaga inilah kemampuan bahasa Inggrisnya diasah sejak dini.

Sedari TK, Fitri sering mengikuti lomba menari. Mentalnya terbangun. Selanjutnya, kala di SMP, ia aktif mengikuti berbagai lomba akademis. Apalagi sekolahnya sangat membuka kesempatan bagi siswanya untuk mengikuti lomba. Fitri tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dari lomba bidang sains hingga cerdas-cermat tentang wawasan kebangsaan, tak satupun ia lewatkan.

Sertifikat perolehan aneka lomba serta seabrek pengalaman berorganisasi mengantar Fitri ke Sampoerna Academy, Malang. Sekolah berstandar internasional ini didirikan oleh Putera Sampoerna Foundation. Di sini pelajar menuntut ilmu dengan biaya nol rupiah. Kebutuhan sekolah dan hidup sehari-hari ditanggung lembaga, semua gratis.

Di Sampoerna Academy, Fitri benar-benar digembleng. Kurikulum yang dipakai ada dua, yakni kurikulum dari Cambridge (full english) dan kurikulum Indonesia yang ditempuh 6 bulan. Guna meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, Fitri mengikuti bimbingan belajar di Independent Institute serta fasilitas sekolah, LBB Go.

 

Tekad bulat

Fitri punya niat yang tumbuh sedari usia kanak-kanak. Lebih-lebih sepeninggal ayahnya. Ia ingin menjadi seorang pribadi yang berguna. Ia bertekad bisa menjadi kebanggaan ibunya yang seorang diri bekerja bagi kedua putrinya.

Sekarang, ia seorang mahasiswa fakultas farmasi. Mengapa  farmasi? Fitri ingin menerapkan hasil belajarnya demi bisa membantu keluarga dan orang lain.

Tidak ada kata jenuh untuknya. Kesehariannya, belajar dan belajar. “Saya tidak pernah merasa jenuh, karena saya sudah bertekad,” lanjutnya. Sesekali ia meluangkan waktu untuk membaca, menonton film, dan nge-game

Di sela-sela waktu belajar, ia terlibat kegiatan kampus. Meski demikian, konsentrasi studinya tidak buyar. Kegiatan tersebut malah memacu semangatnya menuntut ilmu sambil belajar bersosialisasi.

 “Saya ingin menghabiskan waktu saya untuk mencari ilmu, dan saya berharap ilmu tersebut bisa saya terapkan mulai dari keluarga sendiri hingga orang lain,” ungkapnya.

Itulah tekad dan mimpi Fitri. Sebagai anggota luar biasa (ALB) CU Mandiri, ia merasa dimudahkan untuk menabung dan mengelola keuangan. Ia mengenal CU dari ibunya.

“CU Mandiri sangat berperan dalam membantu pendidikan sekaligus kehidupan keluarga kami. Tanpa CU Mandiri, mama tidak bisa membuka usaha, membeli obat papa, atau membayar SPP saya. CU Mandiri memberi pinjaman modal pada mama, yang bisa menjadi ladang penghasilan kami,” akunya. (Kiky)

Baca juga:

custom essay writing service | 02 Mei 2017 - 13:45:58 WIB
Good post
*Nama | 18 November 2017 - 16:04:01 WIB
guest test post
[url=http://gdhyuei23kol.com/]bbcode[/url]
<a href="http://gdhyuei23kol.com/">html</a> ;
http://gdhyuei23kol.com/ simple

Jika Anda tidak online FB, silahkan tinggalkan komentar disini: