Menggugah Potensi Diri

Pribadi berkelimpahan adalah pribadi yang senantiasa ingin membantu orang lain.
Mario Teguh

Seorang pengemis duduk di pojok sebuah mini market. Wajahnya memelas. Tak henti-hentinya ia mengiba belas kasih kepada setiap orang yang melintas. Sekilas pandang, tidak ada yang kurang pada diri pengemis muda itu. Posturnya kokoh, sehat, dan berotot.

Melihat itu, timbullah kasak-kusuk dalam diri saya. Kasak-kusuk yang lebih mirip sebagai ungkapan mempertanyakan perilaku orang muda yang mengemis itu.  Bagaimana mungkin ia menikmati jalan hidup yang demikian ini? Tidak adakah yang bisa ia lakukan selain mengemis? Apakah ia tidak menyadari kesempatan dan potensi yang mungkin dulu pernah ia miliki?

Rupa benih

Sosok pengemis muda itu kiranya bisa dijadikan gambaran adanya sebagian kecil orang yang kurang berhasil dalam menggunakan kesempatan dan potensi yang ada pada dirinya. Padahal, kalau disadari dengan sungguh, Tuhan menciptakan manusia itu baik adanya.

Manusia dicipta sebagai makhluk yang luhur. Ia merupakan adikarya kodrati yang unik. Ia memiliki segala apa yang melekat pada dirinya sebagai manusia utuh.

Coba buka mata kita! Aneka kesempatan dan peluang dibuka di sekitar kehidupan kita! Potensi diberikan sebagai anugerah dalam diri setiap pribadi.

Memang, semuanya itu ditanamkan dalam diri kita masih dalam rupa “benih”. Kita mesti menerima, mencintai, merawat, dan mengelolanya.  Sehingga, potensi itu bisa tumbuh dan berkembang seturut peluang yang diselenggarakan oleh hidup kepada kita.

Dari upaya-upaya itulah, potensi diri bisa memberi buah yang baik bagi kita pribadi maupun orang dan alam sekitar. Persoalannya adalah apa yang bisa kita lakukan agar bisa menyadari dan mengelola adanya potensi diri itu?

Mengenali

Penyadaran-penyadaran akan potensi diri perlu terus dilakukan. Dengan mengenali potensi diri, kita dapat mengukur kekuatan dan kelemahan diri yang ada, yang mungkin tidak diketahui orang lain. Dan, tanpa kita sadari, dengan mengenali potensi diri sendiri itu, sebenarnya dapat membantu orang lain dalam mengenali potensi diri mereka.

“Masing-masing orang memiliki tanggung jawab pada perkembangan kualitas dan potensi orang lain dalam komunitas CU Mandiri ini,” tandas  GM CU Mandiri, Sr.  Linda, SPM, dalam rekoleksi tahunan awal tahun ini. Masing-masing pribadi, lanjut Sr. Linda, dengan segala potensi dan keunikannya, merupakan satu bagian dari komunitas CU Mandiri.

Butuh ruang

Bagaimana mungkin saya bisa mengembangkan orang lain, sedangkan saya sendiri masih sulit menemukan potensi diri saya?

Langkah kesadaran pertama yang perlu adalah masuk dalam keheningan. Kita membutuhkan keheningan supaya bisa tenang dan melakukan permenungan. Dalam hening, kita mau mendengarkan suara bening hati nurani, kita ingin menjadi lebih peka dalam mengenali potensi diri.
Kegaduhan membuat kita kurang bisa fokus. Kesemrawutan yang tak terkendali membuat kesadaran kita akan hal-hal penting menjadi buyar. “Sering kita kurang bisa menyapa diri kita sendiri, kurang bisa melihat kedalaman batin kita, sehingga sulit bagi kita untuk menemukan potensi apa yang ada dalam diri kita,” tutur Sr. Linda.

Selebihnya, penyadaran akan potensi diri merupakan sebuah proses latihan yang terus-menerus. Maka, dibutuhkan kejujuran dan keterbukaan pada proses itu. Dengan demikian akan tercipta ruang yang mencukupi untuk menemukan segala kekuatan dan kelemahan diri.

Sebagai sebuah community of life, CU Mandiri bisa menjadi ruang pembelajaran hidup setiap anggota. Pembelajaran hidup ini, salah satunya, diungkapkan dengan mengenali potensi diri lalu mengembangkannya. Pada gilirannya, pengembangan ini mesti sampai pada orientasi memartabatkan diri maupun orang lain.

Chris

Baca juga:

*Nama | 03 Februari 2017 - 13:24:15 WIB
I bought the cat didn't know what to call him. Found here full list names for calico cats http://allcatsnames.com/female-cat-names-for-calico-cats of names for cats.





Jika Anda tidak online FB, silahkan tinggalkan komentar disini: